Pengujian Mikrobiologi

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat bakteri yang terkandung dalam air dan hewan pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Biologi Molekuler

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat virus yang terkandung dalam ikan ataupun udang. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Kualitas Air

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat kualitas air pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Cara Mengambil Sampel Air

Pengambilan sampel air yang baik dan benar agar memperoleh hasil pengujian yang tepat dan valid.

Penyimpanan Sampel Air

Penyimpanan sampel air yang baik dan benar agar sampel tidak rusak.

Kamis, 13 April 2023

Parameter Kualitas Air Pemeliharaan Untuk Kultur Udang Windu dan Udang Vannamei

 

Parameter Kualitas Air Sumber Untuk Kultur Udang Windu dan Udang Vanamei

 

Standart Kualitas Air Untuk Akuakultur

 


AHPND

1. Definisi

Plasmid virus ini mengandung dua gen yang memproduksi toksin yang jika hadir bersamaan menyebabkan AHPND yaitu Pir A dan Pir B. Toksin mirip dengan yang dihasilkan oleh Photorhabdus spp. (bakteri Enterobacteriaceae gram negatif). Bakteri Vibrio dapat membelah diri tiap 10-20 menit sehingga dapat merubah dinamika ekosistem kolam budidaya dengan cepat. Vibrio harveyi yang memiliki plasmid yang membawa gen toksin mirip Pir-AB. 

2. Gejala Klinis

Gejala klinis dari penyakit ini adalah udang yang mengalami penyakit AHPND menunjukkan kosongnya saluran pencernaan dan hepatopankreas berwarna pucat dan mengecil, kulit menjadi lunak, dan bintik hitam pada hepatopankreas. Kematian dapat terjadi pada hari ke-10 setelah tebar dan udang yang lemas tenggelam didasar kolam.


3. Penyebab Adanya Virus

Penyakit ini dapat turut dipicu oleh tingginya konsentrasi materi organik yang berasal dari pakan, pupuk dan molase; suhu tinggi; salinitas tinggi; pH tinggi; rendahnya keragaman plankton di kolam; dan suhu rendah sekitar 20°C selama 48 jam dapat memicu terjadinya infeksi.

4. Pengendalian

Treatmen air sebelum masuk kolam budidaya, penggunaan benur SPF, manajemen budidaya yang baik dengan menjaga kualitas air tetap stabil tidak terjadi perubahan secara mendadak, mengurangi ukuran kolam untuk mempermudah pengelolaan, menambah aerasi untuk meningkatkan kapasitas energi.

Irido

1. Definisi

Iridovirus , virus apa pun yang termasuk dalam keluarga Iridoviridae. Iridoviruses memiliki menyelimuti besar atau yang tidak memiliki amplop virion (partikel virus) yang mengukur 120-350 nm (1 nm = 10 -9 meter) dengan diameter. Kapsid ( cangkang protein yang mengelilingi asam nukleat virus ) berbentuk ikosahedral dan mengandung DNA untai ganda linier . 

2. Gejala Klinis

Ikan yang terinfeksi (ikan kerapu) menunjukkan gejala klinis berenang lemah atau diam di dasar air, kadang-kadang seperti tidur, sehingga penyakit ini disebut juga penyakit tidur. Secara histopatologi ditemukan sel-sel yang membesar (giant cell) yang merupakan ciri khas infeksi iridovirus pada jaringan haematopoitik dan saluran pencernaan.

Dampak Iridovirus, Sumber : tankaddict.com


3. Penyebab Adanya Virus

Faktor yang dapat memengaruhi penyebaran penyakit pada ikan; antara lain suhu air, perbedaan musim, dan sumber polusi pada air

4. Pengendalian

Upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi iridovirus dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi bertujuan memberikan ketahanan individu terhadap penyakit.

TiLV

1. Definisi

Virus ini merupakan genus dari famili Orthomyxoviridae, yang mereplikasi di inti sel pada jaringan ikan. 

2. Gejala Klinis

Gejala klinis TiLV pada Ikan Nila yaitu Tubuh ikan seluruh atau sebagian besar terlihat berwarna hitam Bola mata membengkak Kornea mata menyusut dan cekung ke dalam Kulit mengalami erosi, dan Jika dilihat pada bagian anatomi, rongga perut terlihat membengkak. Virus ini sangat ganas, ikan yang terserang penyakit ini hanya mampu bertahan 4 – 7 hari setelah terinfeksi.

Dampak TiLV, Sumber : www.researchgate.net


3. Penyebab Adanya Virus

Suhu yang relativ tinggi mengindikasikan keterkaitan dengan agen infeksius , kepadatan yang tinggi dan budidaya polikultur dengan grey mullet serta faktor stress pada ikan.

4. Pengendalian 

Penyakit ini termasuk penyakit baru. Vaksin yang digunakan untuk pencegahan hingga saat ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan . Pada studi yang dilakukan oleh Eyngor et al (2014), ikan yang bertahan dari mortalitas penyakit ini menjadi kebal terhadap infeksi TiLV.  Ikan –ikan inilah yang dapat dikembangkan sebagai indukan untuk mencegah kematian populasi akibat penyakit ini.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini antara lain:

Kontrol biosekuriti sebelum, selama, dan pasca produksi

Membatasi perpindahan ikan dari satu farm ke farm lain

Melakukan cara budidaya ikan yang baik

Melakukan sanitasi pada seluruh peralatan dan tahapan   budidaya

Memisahkan penggunaan alat antar kolam

Penggunaan immunostimulan

Meminimalisir stress pada ikan

Menurunkan kepadatan tebar

Pengelolaan pakan dengan baik

Berhati-hati dalam budidaya polikultur ikan nila dengan ikan lainnya

VNN

1. Definisi

Viral nervous necrosis (VNN) atau viral encephalopathy and retinopathy (VER) disebabkan oleh nodavirus piscine (Betanodaviruses). Partikel virus dapat diidentifikasi pada otak ikan yang terinfeksi, sumsum tulang belakang, dan retina. Sel terinfeksi virus ini akan menunjukkan vakuolisasi dan inklusi. Ukuran partikel virus adalah 22-34 nm, tidak memiliki amplop dan bentuk ikosahedral. 

2. Gejala Klinis

Penyakit VNN ditemukan menyerang ikan kerapu dan kakap pada berbagai tingkatan umur. Penyakit ini ditandai oleh endokarditis dan berbagai kelainan neurologis seperti orientasi renang yang tidak menentu dan vakuolisasi pada jaringan saraf pusat.

Dampak VNN, Sumber : www.researchgate.net

3. Penyebab Adanya Virus

Kepadatan yang tinggi membuat ikan menjadi stres, faktor lingkungan seperti suhu.

4. Pengendalian

Skrining indukan sebelum dan sesudah pemijahan untuk VNN dengan PCR sangatlah penting. Hanya indukan yang negatif VNN yang dipijahkan. Hal ini juga disertai dengan disinfeksi telur yang dibuahi dengan ozon atau iodin. Manajemen hatcheri sangat penting dalam manajemen infeksi VNN.Penggunaan ikan rucah sebagai pakan bagi indukan sebaiknya mulai dialihkan ke pellet. Guna mengurangi kontaminasi melalui pakan, sangat direkomendasikan untuk mebang bagian kepala ikan rucah sebab virus ini banyak terkonsentrasi di sistem syaraf. Vaksinasi menjadi salah satu metode paling menjanjikan untuk mencegah VNN pada ikan kerapu. Banyak jenis vaksin VNN yang telah dikembangkan. Namun demikian vaksinasi pada juvenil dan larva masih sulit dilakukan sebab sistem imun yang belum berkembang dan metode penyuntikan yang belum praktis untuk diterapkan pada ikan dengan ukuran yang relatif kecil, Vaksinasi secara oral dapat dilakukan untuk larva misalnya dengan enkapsulasi artemia yang diberikan secara oral