Pengujian Mikrobiologi

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat bakteri yang terkandung dalam air dan hewan pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Biologi Molekuler

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat virus yang terkandung dalam ikan ataupun udang. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Kualitas Air

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat kualitas air pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Cara Mengambil Sampel Air

Pengambilan sampel air yang baik dan benar agar memperoleh hasil pengujian yang tepat dan valid.

Penyimpanan Sampel Air

Penyimpanan sampel air yang baik dan benar agar sampel tidak rusak.

Kamis, 13 April 2023

TSS dan TDS

1. Definisi

Padatan yang tersuspensi di dalam air berupa bahan-bahan organik dan inorganic yang dapat disaring dengan kertas millipore berporipori 0,45 μm. TSS merupakan salah satu parameter pencemaran perairan yang harus selalu dimonitor karena 35% pakan yang diberikan ke dalam usaha budidaya tambak akan masuk ke perairan dalam bentuk padatan tersuspensi. Keberadaan total padatan tersuspensi mempengaruhi kedalaman penetrasi sinar matahari sehingga produktivitas primer karena phytoplankton tidak dapat melakukan fotosintesis secara efektif. Tingginya padatan tersuspensi dalam air mengakibatkan kandungan oksigen dalam air akan berkurang. TSS dalam air yang baik < 80 mg/l.

Jumlah Zat Padat Terlarut. TDS merupakan indikator dari jumlah partikel atau zat tersebut, baik berupa senyawa organik maupun non-organik. Bahan - bahan terlarut berdiameter <106 mm dan koloid diameter 106 - 103 mm yang berupa senyawa - senyawa kimia dan bahan - bahan lain yang tidak tersaring dalam kertas saring. TDS yang baik dalam perairan <400 mg/l. TDS dipengaruhi oleh material organik yang berupa ion - ion yang umum ditemukan diperairan. Nilai TDS juga dipengaruhi oleh pelapukan bebatuan, limpasan dari tanah serta pengaruh dari kegiatan antropogenik (limbah - limbah organik dan industri)

2. Pengendalian

Cara untuk menurunkan TSS salah satunya dengan cara penambahan probiotik

Cara untuk menurunkan TDS salah satunya dengan cara penggunaan mesin RO untuk mencampur air ikan dalam tank atau tandon secara bertahap sambil menggunakan TDS meter sampai diangka TDS yang kita inginkan.

Menggunakan kaporit untuk menurunkan TDS air di tandon atau penampungan air terlebih dahulu dengan hitungan kaporit 1-2gram/100ltr air, setelah itu kita dapat lakukan cara untuk menetralkan kaporit di tandon maka kita dapat menggunakan tiosulfat (sodium thiosulphate) 20gr/100liter. Setelah kadar kaporit dalam tandon netral, kita beri aerasi terlebih dahulu selama 1-2 jam. maka air dalam tandon sudah dapat kita gunakan untuk budidaya discus.

Cara tradisional menggunakan tanaman air di tandon atau tempat penampungan air untuk menurunkan kadar TDS yang tinggi cara tradisional bagus akan tetapi memakan waktu beberapa hari baru dan itupub kita harus menunggu sampai kadar TDS yang kita inginkan terbentuk.

TOM

1. Definisi

Bahan organik total atau Total Organic Matter (TOM) menggambarkan kandungan bahan organik total suatu perairan yang terdiri dari bahan organik terlarut, tersuspensi (particulate) dan koloid.

2. Pengendalian

Pengaturan suhu yang sesuai baku mutu

Logam

1. Definisi

Fe merupakan Salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak di temukan diperairan umum, senyawa besi di dalam air umumnya dalam bentuk garam ferri atau garam ferro yang bervalensi 2.

Cu merupakan Unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum. Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik. Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali.

Ni memiliki nomor atom pada tabel periodik 28, golongan 4, periode ke 10, memiliki titik lebur 1455 °C, titik didih 2913 °C, fase padat atau solid. Nikel memiliki nilai elektronegatifitas sebesar 1,9 sehingga kekuatan hantaran bertemu dengan ion sangat tinggi.

Zn merupakan unsur umum di alam yang termasuk ke dalam golongan unsur hara mikro, yaitu unsur hara yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Seng merupakan logam putih kebiruan berkilau yang cukup reaktif apabila bereaksi dengan oksigen dan merupakan jenis logam yang tidak mudah teruraikan di udara. Seng juga mampu menghantarkan listrik.

Mn merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mn dan nomor atom 25. Mangan termasuk golongan transisi yang merupakan logam berwarna putih abu-abu yang penampilannya serupa dengan besi tuang. Mangan adalah nutrisi penting yang umumnya bersumber dari biji-bijian. Sedangkan dalam jumlah yang lebih kecil, mineral ini terkandung dalam kacang-kacangan, beras merah, sayuran hijau, roti gandum, dan teh.

Cr merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Ia adalah unsur pertama dalam golongan 6. Ia adalah logam berwarna abu-abu seperti baja, berkilau, keras dan rapuh yang memerlukan pemolesan tinggi, tahan pengusaman, dan memiliki titik lebur tinggi. Kromium digunakan untuk memberikan ketahanan terhadap korosi dan dan untuk mengkilapkan; sebagai bahan pewarna dan dan campuran cat, sebagai bahan warna kaca yang hijau zamrud dan juga digunakan untuk memproduksi batu rubi sintetis; sebagai katalis dalam pencelupan dan penyamakan kulit dll

CN merupakan senyawa kimia yang mengandung kelompok siano CN, dengan atom karbon terikat tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. ,senyawa kimia yang sering dimanfaatkan untuk membasmi hama dan serangga. Senyawa kimia ini juga digunakan dalam berbagai industri, seperti kertas, tekstil, plastik, atau pertambangan. Selain itu, sianida juga bisa ada dalam asap rokok atau asap hasil pembakaran plastik.

PO4 merupakan salah satu bentuk dari senyawa fosfor yang dapat dijadikan sebagai faktor penentu kualitas air. Fosfat terdapat di air alam atau limbah sebagai senyawa polifosfat, fosfat organik dan ortofosfat. Fosfat adalah hasil dari percampuran fosfor dengan oksigen. Ini dapat digunakan sebagai “bahan bakar” tubuh agar fungsinya bisa berjalan dengan baik. Fosfat adalah mineral yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Sekitar 85% dari fosfat yang ada di tubuh pun tersimpan di tulang.

2. Pengendalian 

Kadar besi (Fe) yang terdapat di dalam air dapat dikurangi dengan melakukan oksidasi. Metode ini disebut dengan aerasi karena konsepnya adalah memasukkan udara ke dalam air. Udara yang masuk ke dalam air akan mengubah Fe menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air. Setelah itu, barulah diendapkan ke dasar air.

Mengganti air kolam dengan air baru yang lebih bersih merupakan cara efektif untuk mengurangi dan menekan kadar Cu, Ni, Zn, Mn, Cr, CN dan PO4 dalam air kolam. Bahkan, tidak hanya zat tersebut saja yang berkurang, zat beracun lainnya juga akan turut berkurang.


COD dan BOD

1. Definisi

COD menunjukkan jumlah total oksigen yang dibutuhkan dalam suatu perairan untuk mengoksidasi senyawa kimia yang masuk ke dalam suatu perairan, misalnya minyak, logam berat maupun senyawa kimia lainnya. Besarnya nilai kadar COD mengindikasikan banyak sedikitnya senyawa kimia yang masuk ke dalam suatu perairan yang dinyatakan dalam mg/lt.

BOD merupakan Jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan(mengoksidasi) hampir semua zat organik yang terlarut dan sebagian zat organik yang tersuspensi dalam air. Makin tinggi nilai BOD menjadi indikator bahwa di dalam perairan tersebut memiliki kandungan bahan organik yang banyak. begitupun sebaliknya. Parameter perairan yang mempengaruhi nilai BOD diantaranya Waktu, suhu dan pH. Tingkat pencemaran suatu perairan dapat dilihat dari nilai BOD yaitu < atau sama dengan 2.9 mg/l = tidak tersemar, 3.0 - 5.0 mg/l = tercemar ringan, 5.1 - 14.9 mg/l = tercemar sedang, > atau sama dengan 15.0 = tercemar berat. BOD memberikan gambaran seberapa banyak oksigen yang telah digunakan oleh aktivitas mikroba selama kurun waktu yang ditentukan.

2. Pengendalian

Untuk menurunkan nilai COD dan BOD salah satunya dengan cara menaikkan nilai DO, membersihkan lumut pada kolam secara mekanik ataupun menggunakan bahan kimia dan menggunakan oksidator

Chlor Bebas

1. Definisi

Salah satu unsur yang ada di bumi dan jarang dijumpai dalam bentuk bebas. Pada umumnya klorin dijumpai dalam bentuk terikat dengan unsur atau senyawa lain membentuk garam natrium klorida (NaCl) atau dalam bentuk ion klorida di air laut, berfungsi untuk menghambat perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit di air.

2. Pengendalian

Mengganti air kolam dengan air baru yang lebih bersih merupakan cara efektif untuk mengurangi dan menekan kadar klorin. Bahkan, tidak hanya senyawa klorin saja yang berkurang, zat beracun lainnya juga akan turut berkurang.

Sulfat

1. Definisi

Salah satu anion yang banyak terdapat pada air alam. sulfat berasal dari atmosfer bersama – sama dengan air hujan, pencucian batuan gips dan atau pyrite, pelapukan dari batuan beku.

2. Pengendalian

Nilai sulfat dapat ditekan/mengalami penurunan salah satunya dengan cara penggunaan komposit kitosan, zeolit dan PVA

Ammonia, Nitrat dan Nitrit

Ammonia, Nitrat dan Nitrit

1. Definisi

Amonia di perairan bersumber dari reduksi gas nitrogen yang berasal dari proses difusi udara di atmosfer, limbah domestik dan limbah industri. Sumber lain adalah kotoran dari biota akuatik yang merupakan limbah metabolisme juga banyak mengeluarkan amonia. Sisa pakan yang tidak dimanfaatkan akan mengendap di dasar perairan, oleh bakteri nitromonas akan diubah menjadi amonia. Peningkatan keasaman suatu perairan dipengaruhi oleh menigkatnya konsentrasi amonia. Kadar amonia yang tidak terionisasi pada perairan tawar dan laut sebaiknya tidak melebihi 0.02 mg/liter.

Nitrat adalah bentuk utama dari nitrogen dalam perairan secara alami dan merupakan nutrisi utama bagi pertumbuhan tanaman air. kadar nitrat 0 - 1 mg/l = perairan oligotrofik, 1 - 5 mg/l = perairan mesotrofik, 5 - 50 mg/l = perairan eutrofik.

Nitrit merupakan hasil oksidasi dari amonia dengan bantuan bakrteri nitrosomonas. Faktor yang mempengaruhi jumlah kandungan nitrit dalam air adalah pH, suhu dan salinitas.

2. Pengendalian

Mengganti air kolam dengan air baru yang lebih bersih merupakan cara efektif untuk mengurangi dan menekan kadar amonia, nitrat dan nitrit dalam air kolam. Bahkan, tidak hanya ketiga zat tersebut saja yang berkurang, zat beracun lainnya juga akan turut berkurang.