Pengujian Mikrobiologi

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat bakteri yang terkandung dalam air dan hewan pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Biologi Molekuler

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat virus yang terkandung dalam ikan ataupun udang. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Pengujian Kualitas Air

Untuk mengetahui secara pasti dan akurat kualitas air pada budidaya perairan. Klick Untuk Cek Harga dan Lama Pengujian

Cara Mengambil Sampel Air

Pengambilan sampel air yang baik dan benar agar memperoleh hasil pengujian yang tepat dan valid.

Penyimpanan Sampel Air

Penyimpanan sampel air yang baik dan benar agar sampel tidak rusak.

Kamis, 13 April 2023

Hidrogen Sulfida

1. Definisi

Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan gas yang sangat toksik dan dapat larut dalam air. Kolam atau tambak dengan lumpur yang mengandung H2S ditandai dengan bau yag khas. Kadar H2S dipengaruhi oleh suhu, pH dan DO. Kadar H2S 0.01 mg/l dapat menghambat proses reproduksi dan gangguan pada sistem pencernaan bagi ikan.

Penyumbang terbentuknya hidrogen sulfida (H2S) terbesar, yaitu kawasan pemukiman, pelabuhan dan industri.


2. Pengendalian

Tingginya kandungan hidrogen sulfida (H2S) pada suatu perairan dapat ditolerir dengan kandungan oksigen terlarut (DO) suatu perairan karena hidrogen sulfida (H2S) akan terionisasi sehingga sifat toksiknya berkurang.

Alkalinitas

1. Definisi

Alkalinitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan kemampuan sebuah perairan untuk dapat mengikat asam ( ion - ion yang mempu mengikat H+). Secara umum, alkalinitas dapat dikatakan sebagai kemampuan suatu perairan untuk menunjukkan konsentrasi basa (nilai pH tinggi) atau bahan yang mampu menetralisir keasaman dalam air. Alkalinitas air dapat diketahui dengan melihat nilai kandungan kalsium karbonat CaCO3 dengan ketentuan CaCO3 > 100 ppm = air alkalin, CaCO3 < 100 ppm = air lunak, umumnya hewan air menyukai nilai salinitas > 100 ppm. 

2. Pengendalian

Bila total alkalinitas dan total kesadahan terlalu rendah dapat ditingkatkan melalui penambahan kapur. Asam humat dan asam tanat dalam kayu apung, bogwood, dan gambut adalah teman terbaik pemelihara ikan dalam hal mengurangi alkalinitas.

Salinitas

1. Definisi

Kadar atau tingkat garam terlarut dalam air, kadar salinitas yang normal sesuai baku mutu akan berdampak baik untuk tambak salah satunya mencegah stress pada ikan dan udang. Klasifikasi salinitas sebagai berikut air tawar = 0 - 3 ppt, air payau = 4 - 20 ppt dan air laut = >20 ppt

Pengaruh salinitas terhadap tubuh ikan adalah pada proses osmoregulasi, yaitu pengaturan tekanan osmosis dalam tubuh agar seimbang dengan tekanan osmosis di luar tubuhnya.

2. Pengendalian

Penguapan, penguapan makin besar maka salinitas makin tinggi, kebalikannya makin kecil penguapan maka salinitasnya makin rendah. Curah hujan, makin banyak curah hujan maka salinitas makin rendah, kebalikannya makin kecil curah hujan maka salinitasnya makin tinggi.



Suhu dan pH

Suhu

1. Definisi

Suhu merupakan ukuran tinggi rendahnya panas air yang berada ditempat budidaya, baik kolam, karamba, maupun karamba jaring apung maupuan budidaya air payau ditambak serta budidaya laut. Air mempunyai kapasitas yang besar untuk menyimpan panas sehingga suhunya relatif konstan dibanding suhu udara.

Faktor yang mempengaruhi suhu diantranya lintang bumi, ketinggian dari permukaan laut, musim panjang dalam hari, sirkulasi udara, aliran dan kedalamankolam air.

Peningkatan suhu perairan mengakibatkan peningkatan viskositas, evaporasi, volatilisasi dan reaksi kimia yang terjadi dalam air. Menurunkan konsentrasi oksigen, karbondioksida dan sebagainya. Penurunan suhu juga mengakibatkan penigkatan laju metabolisme  dan respirasi dalam tubuh oranisme air, yang selanjutnya mengakibatkan peningkatan laju konsumsi O2. Perubahan suhu juga dapat mengakibatkan ikan menjadi stres.

2. Pengendalian

Cara paling mudah dalam mengatasi suhu yang turun pada tambak ialah dengan mengurangi air tambak hingga permukaan air mengalami pengurangan tinggi berkisar 5 sampai 8 cm. Saat melakukan proses tersebut, petambak Sebaiknya memantau suhu dengan menggunakan termometer.

pH

1. Definisi

Nilai pH merupakan pengukuran terhadap kandungan ion hidrogen (H+) dalam perairan. Nilai pH mennunjukkan intensitas asam maupun basa perairan. Semakin banyak ion hidrogen, perairan bersifat asam dan sebaliknya akan bersifat basa. klasifikasi pH adalah pH 7 = Netral, pH 0 -7 = Acid/asam, pH 7 - 14 = Alkalis/basa.

2. Pengendalian

Cara menurunkan pH diantaranya menggunakan tawas, perasan buah lemon, daun ketapang, asam klorida, natrium bisulfat dan batang pepaya, sedangkan untuk menaikkan pH dengan cara pengguanaan kaporit, contoh bahan yang berfungsi untuk menaikkan ph air adalah batu gamping. Batu gamping merupakan media untuk pengendapan dan juga berfungsi menaikkan PH air. Berikutnya, bahan yang berfungsi untuk menaikkan pH air adalah batok kelapa.

Untuk mengatasi pH di bawah 6,5 atau bersifat asam, saat sekarang ini jadi semakin mudah. Caranya cukup dengan menebarkan kapur kaptan plus dolomit pada malam hari.

Menaikkan pH dapat juga dengan cara alami yaitu dengan memberikan saringan yang terdiri dari pecahan koral dan pecahan kulit kerang dicampur dengan potongan batu kapur pada saluran aerasi kolam.

Selain itu, anda juga dapat menggunakan batu kapur pada dasar kolam. Gunakan batu kapur yang masih berbentuk bongkahan, hal ini karena bongkahan batu kapur tidak mudah menyusut dan dapat terpakai dalam jangka waktu yang lama.

Selain batu kapur, anda juga dapat menggunakan batu karang pantai. penggunaannya juga serupa dengan penggunaan batu kapur, anda hanya cukup merendamnya di dasar kolam. Semakin banyak batu yang terpakai, maka proses kenaikan pH akan semakin cepat.

Cara menurunkan ph air tambak yaitu jika air kolam atau tambak dalam kondisi basa atau nilai pH tinggi, maka anda dapat menggunakan molase atau tetes tebu. Cara ini sterbukti ampuh sudah digunakan banyak petambak didaerah lampung. Dosis untuk pemakaian molase untuk penurunan pH adalah 10 liter/hektar atau 1 ppm. Penambahan molase berguna sebagai sumber Co2.

Namun iika perlu buang Buang terlebih dahulu sebagian air tambak.  Kemudian tambahkan molase dan probiotik yang mengandung nitrobacter dan bakteri pengurai H2S. Sebaiknya menurunkan pH air secara bertahap.

Menurunkan pH dapat juga dengan menggunakan daun ketapang. Caranya adalah dengan merendam daun ketapang pada dasar air selama beberapa hari. Sebaiknya sebelum merendam daun ketapang, terlebih dahulu rebus daun ketapang untuk menghilangkan zat tanin yang terkandung, karena zat tanin dapat menimbulkan warna kuning pada air tambak.


DO

1. Definisi

Oksigen Terlarut (DO) merupakan salah satu gas yang terlarut dalam air yang sangat diperlukan oleh organisme akuatik agar dapat melangsungkan kehidupannya.

Faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen organisme perairan adalah suhu, pH, CO2 dan kecepatanmetabolisme tubuh. Sedangkan suhu air dan berat tubuh organisme perairan merupakan faktor paling penting. Semakin menigkat suhu air maka semakin besar kebutuhan oksigen. Berat tubuh ikan berkaitan dengan aktivitas ikan yang berpengaruh pada respirasi. Semakin berat tubuh ikan semakin rendah kebutuhan oksigen.

Kekurangan oksigen dapat menyebabkan ikan akan naik ke permukaan air untuk mengambil air di permukaan air yang kaya akan oksigen terlarut hasil dari difusi oksigen dari atmosfir, namun ada juga yang menuju ke aliran pemasukan air. Dalam waktu lama ikan kekurangan oksigen akan menyebabkan stress dan mudah terserang penyakit.

2. Pengendalian

Cara untuk menaikkan nilai DO yaitu membuat aerasi melalui mesin aerator di kolam dan amber filter, membuat system venturi di saluran akhir sirkulasi, membuat air terjun atau system bakki shower.

Menambahkan oksigen melalui aerasi menggunakan kincir air untuk menambah proses difusi oksigen dari udara.

Nocardiosis

 1. Definisi/Faktor Pendukung

Bakteri Nocardia spp. Bakteri gram positif, berfilamen [1]. Nocardia seriolae paling sering berkaitan dengan penyakit ikan budidaya [2]. Disamping itu terdapat dua spesies lagi yakni Nocardia salmonicida dan N. asteroids  [4]. Nocardia adalah patogen oportunistik yang infeksinya dapat dipicu oleh fasilitas budidaya. Padat tebar yang tinggi berpotensi mempengaruhi kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko infeksi bakteri ini [1]

2. Gejala Klinis

Stadium awal nocardiosis tidak menunjukkan gejala [1]. Infeksi oleh N. asteroids menyebabkan ikan berenang tak terarah. Hal ini berkaitan dengan lesi pada otak dan otot. Disamping itu ikan juga mengalami anoreksia, emasiasi, dan pelebaran mulut serta abdomen, dan terdapat granuloma pada berbagai organ. Lesi akut ditandai dengan nekrosis otot [5]. Pada ikan jade perch, gejala klinis ditandai dengan perubahan tubuh menghitam, ulcer kulit, dan nodul pada ginjal, hati, jantung, dan organ lain [1]. Nodul juga dapat ditemukan pada insang dan limpa [3]. Nodul pada kulit bersifat multifocal dan biasanya mengalami rupture serta eritema dan pus kuning bila dipotong. Nodul ini berdiameter 1-5mm [2]. Pada ikan snakehead, infeksi N. seriolae menyebabkan anoreksia, emasiasi, dan gangguan renang tanpa lesi eksternal [5]. 


3. Pencegahan dan Pengendalian

Penanganan sangat menghabiskan biaya dan tenaga dengan hasil yang rendah dan dapat muncul kembali [1]. Pada ujicoba sensitivitas terhadap antibiotik, strain yang berasal dari spotted butterfish pada studi yang dilakukan oleh Wang et al (2014) menunjukkan bahwa bakteri sensitive terhadap erithromycine, doxycycline, spiramycine, neomycine, dan streptomycine namun resisten terhadap tetracycline [4]. Pada publikasi oleh Maekawa et al (2017) menyebutkan bahwa benzalkonium klorida dan beberapa antibiotik (trimethoprim, sulphamethizole, dan sulphamethaxazole) efektif melawan infeksi N. arteriodes [5]. Hal ini juga serupa dengan yang disebutkan pada studi Chang et al (2016) dimana oxytetracycline, trimethoprim atau erythromycin, florfenicol, thiamphenicol baik unyuk menangani infeksi N. seriolae. Oxytetracycline dan trimethoprim dianjurkan sebagai pilihan pertama pada nocardiosis ikan  [6]

Pengembangan vaksin terhadap N. seriolae. Didapatkan bahwa vaksin dengan formalin-killed cells (FKC) atau heat-killed bacterial cells tidak memberikan perlindungan setelah uji tantang pada yellowtail. Vaksin lain, yakni  Mycobacterium bovis Bacillus Calmette–Guerin (BCG), vaksin tuberculosis pada manusia malah efektif untuk melawan berbagai infeksi termasuk nocardiosis. Percoabaan terhadap Japanese flounder menunjukkan proteksi terhadap N. seriolae. Vaksin lain yang dikembangkan antara lain DNA vaccines using Ag85-like gene of Nocardia seriolae, recombinant interferon c, dan recombinant interleukin 12 dan  Formalin-killed bacteria [5]

Pengobatan nocardiosis secara herbal pernah dipelajari oleh Ismail dan Yoshida (2017) secara in vitro. Hasil studi menunjukkan bahwa minya esensial thyme dan kayu manis (baik secara tunggal maupun campuran) memiliki potensi untuk mengatasi nocardiosis ikan [10]

Referensi

[1] Wang, F., Xuguang W, Chun L., Ouqin C., Yongyong F., Lang J., Kaibin L. 2017. Nocardia seriolae infection in cultured jade perch, Scortum barcoo. Aquacult Int (2017) 25:2201–2212 DOI 10.1007/s10499-017-0184-4

[2] Wang, P-C.,  S-D Chen., M-A Tsai., Y-J Weng., S-Y Chu., R-S Chern., S-C Chen.2009. Nocardia seriolae infection in the three striped tigerfish, Terapon jarbua (Forsska° l). Journal of Fish Diseases 2009, 32, 301–310 doi:10.1111/j.1365-2761.2008.00991.x

[3] Vu-Khac, H.,Van Q.B.D., Shih-Chu C., Trung H.P., Thi T.G.N., Thi T.H.T. 2016. Isolation and genetic characterization of Nocardia seriolae from snubnose pompano Trachinotus blochii in Vietnam. Disease of Aquatic Organisms. Vol. 120: 173–177, doi: 10.3354/dao03023

[4] Wang, P-C., Ming-Ai T., Yu-Chi, L., Yanting C., Shih-Chu C. 2014. Nocardia seriolae, a Causative Agent of Systematic Granuloma in Spotted Butterfish, Scatiphagus argus, Linn.  African Journal of Microbiology Research Vol 8(38) pp 3441-3452

[5] Maekawa, S., T Yoshida, P-C Wang, S-C Chen. 2017. Current knowledge of nocardiosis in teleost fish.  Journal of fish disease DOI: 10.1111/jfd.12782

[6] Chang, H-Y., Jyh-Mirn L., Jiann-Hsiung W. 2016. The Minimum Inhibitory Concentration Of Antibiotics Against Nocardia Seriolae Isolation From Diseased Fish In Taiwan. Taiwan Veterinary Journal, Vol. 42, No. 2 (2016) 1–4

[7] Ismail, TF dan Yoshida, T. 2017. In vitro activity of some essential oils alone and in combination against the fish pathogenNocardia seriolae. DOI 10.1515/pjvs-2017-006

Lernaeasis

 1. Definisi/Faktor Pendukung

Arthropoda kelas Copepoda  Lernaea.sp. Memiliki bentuk cambuk, panjang 5-10cm, mudah terlihat secara kasat mata [2]. Ada sekitar 110 spesies Lernea  yang telah ditemukan [11], diantaranya L. cyprinacea [4], L. devastatrix, L. oryzophila, L. papuensis, L. lophiara. Identifikasi jenis Lernaea didasarkan pada bentuk holdfast yang sangat tergantung dari lokasi organ hospes dimana parasit melekat [5]. Parasit ini memiliki panjang 1-2cm [7].

 2. Gejala Klinis

Pada Laernea,  hanya yang betina yang menjadi parasit. Parasit dapat tampak menyolok di permukaan tubuh,lubang hidung, pangkal sirip, insang, dan rongga pipi [1]. Ikan biasanya terlihat menggosokkan diri, melompat dari permukaan air. Di tempat melekatnya Lernaea akan tampak bercak merah [2]. Terkadang parasit diselubungi oleh lumut sehingga tampak seperti membawa bendera hijau [6]. Infeksi pada ikan kecil tidaklah fatal kecuali menimbulkan iritasi. Pada ikan besar kerap mengganggu respirasi. Kebanyakan ikan mampu bertahan namun  dalam kondisi kronis menyebabkan perlambatan pertumbuhan dan memperburuk kondisi tubuh [8]

https://inspirasi-dttg.blogspot.com/

3. Pencegahan dan Pengendalian

Serangan Lernaea dicegah dengan menjaga kebersihan, menghidari keluar-masuknya ikan baru, memberikan cukup pakan, mengeluarkan ikan yang mati dengan segera [2]. Terhadap air harus dilakukan penyaringan sebelum dialirkan atau menggunakan bahan kimia untuk membasmi stadium Nauplius dan copepodid pada cacing ini [3]. Pemindahan ikan untuk sementara waktu, 7 hari akan sangat membantu sebab stadium larva tidak mampu bertahan tanpa hospes dalam kurun waktu tersebut [8]

Pada ikan dewasa,tindakan pengendalian dilakukan dengan melakukan pengeringan dan pengapuran [1]. Stadium cacing dewasa lebih sulit dibasmi karena memiliki kitin yang kebal bahan kimia [3]. Pencabutan Lernaea dengan pinset harus dilakukan hati-hati agar ikan tidak stress. Pasca dicabut,luka diolesdengan Iodium [2] atau ikan direndam dengan larutan tetrasiklin 250mg/ 500mL air selama 2-3 jam. Perendaman diulang 2-3 hari. Lernaea yang sudah dicabut langsung dikubur atau dibakar [3].

Referensi

[1] Lio-Po. G.D. dan Inui, Y. 2014. Health Management in Aquaculture Second Edition. Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department.

[2] Afrianto, E., Evi Liviawaty, Zafran Jamaris, Hendi. 2015. Penyakit Ikan. Penebar Swadaya: Jakarta Timur

[3] Supian, E. 2013. Penanggulangan Hama & Penyakit Pada Ikan. Pustaka Baru Press: Yogyakarta

[4] Afrianto, E. dan Liviawaty, E. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

[5] Shatrie, D.N., Imamudin, K., Nurcahyo, W., Triyanto. 2011. Identifikasi Lernaea.sp yang Menginfeksi Ikan Arwana Irian {{Scleropagesjardinii (Saville-Kent, 1892)}} di Merauke, Jakarta, Bogor, dan Depok. Berita Biologi 10(6)

[6] Maskur, Mukti Sri Hastuti, Taukhid, Angela Mariana Lusiastuti, M. Nurzain, Dewi Retno Murdati, Andi Rahman, Trinita Debataraja Simamora. 2012. Buku Saku Pengendalian Penyakit Ikan.

[7] Aquaculture Fisheries Division.2009. Good Aquaculture Series 4. Agriculture. Fisheries and Conservation Department

[8] Steckler, N. dan Yanong,R.P.E. 2013. Lernaea (Anchorworm) Infestations in Fish. IFAS University of Florida